Menu Gstarkindo

Tampilkan postingan dengan label Beton. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Beton. Tampilkan semua postingan

Selasa, 04 Januari 2022

Pengukuran Initial dan Final Setting Time Semen

 Initial dan final setting time adalah waktu krusial dalam pengecoran beton. Waktu ini perlu diketahu untuk mencegah melakukan kesalahan yang menyebabkan kegagalan mencapai hasil yang direncankan. 



Peralatan

(a)


(b)
Gambar 1 Unit alat ukur VICAT

1. Jarum (needles)
Jarum( Needles) initial set, diameter 1 mm dengan ujung flat
Jarum (needle) final set, diameter 1 mm dengan ujung tempelan logam. Ujung jarum memproyeksikan batas sisi potongan dari tempelan logam (metal attachment)

2. Penyelam (plunger) standard consistency,
Bahan dari besi kuningan halus dengan sebuah proyeksi ujung atas untuk memasukan kedalam batang yang bisa digerakan dan ujung bawah rata datar.

3. Tongkat yang bisa digerakan (rod maveable)
Batang yang bisa degarakan (rod movable) membawa sebuah penunjuk yang bergerak sepanjang skala gradual pada rangka (model tertentu memiliki sebuah tempelan tambahan peredam getaran (dashpot) yang  memfasilitasi turunya batang secara perlahan)

4. Skala gradual (Graduated scale)
Panjangnya 40 mm dengan bagian skala pendek 1 mm

5. VICAT mould
 Diamter dalam bagian atas 60 lebih kurang 0,5 mm  bagian bawah 70 mm toleransi 0.5 mm, dan tinggi 70 mm toleransi 0.5 mm.

Langkah Pengukuran Initial dan Final Setting Time

  1. Ambil semen sebanyak 400 gram dan tempatkan pada di dalam mangkuk
  2. Tambahkan air sebanyak  0.85 P ( P ; konsistensi standard semen) bersamaan itu stopwatch dimulai, catat waktu T1
  3. Isikan adonan semen ke dalam VICAT mould , ratakan permukaan atas dengan cethok(trowel)
  4. Letakan VICAT mould pada plat non porus(plat kaca), dan taruh penyelam (pluner) menyentuh permukaan dengan hati-hati
  5. Lepas pengunci pluner dan biarkan tenggelam ke dalam adonan
  6. Catat jarak penetrasi plunger dari bawah plunger terindikasi pada skala
  7. Ulang langkah 4 dan 5 dengan menggeser plunger (bersihkan) di luar titik sebelumnya( secukupnya) hingga penetrasi plunger berhenti pada jarak 5 mm, catat waktu T2
  8. Gamti jarum dengan jarum final set, semen pada status final set ketika jarum pada penerapan jarum secara hati-hati pada permukaan adonan (test block) memberi kesan saat ditempelkan gagal (fail) bekerja, catat waktu dengan T3.

Gambar 2. Pembacaan dan pencatatan


Perhitungan

Initial setting time = T2 - T1

Final setting Time = T3- T1








Selasa, 14 Desember 2021

Konvensi Pengkodean Gaya-Gaya Elemen pada Structure Analysis Program (SAP) 2000

 

Konvensi Tanda

Sumbu Normal 3

Sumbu Lokal 3 adalah selalu normal (tegak lurus) pada bidang elemen shell . Sumbu ini arahnya menuju anda ketika jalur  j1-j2-j3 memperlihatkan berlawanan putaran jarum jam. Untuk element-elemen quadrilateral , bidang elemen didefinisikan oleh vektor yang menghubungkan titik-titik tengah dua pasang sisi-sisi berlawanan.

Arah bawaan (default)

Arah bawaan dari sumbu-sumbu lokal 1 dan 2 ditentukan oeleh hubungan antara sumbu lokal 3 dan sumbu global Z.:

    • Bidang lokal 3-2 diambil vertikal , misalnay sejajar pada sumbu Z

    • Sumbu lokal 2 diambil memiliki arah ke atas  (+Z) masuk akal kecuali elemen adalah horisontal, dalam hal mana kasus sumbu lokal 2 diambil sepanjang arah sumbu global l +Y

    • Sumbu lokal 1 adalah horisontal , yaitu sumbu lokal 2 terletak dalam bidang  X-Y

Elemen diperhitungkan menjadi horisontal jika sinus sudut anatar sumbu lokal 3 dan sumbu Z adalah kurang dari  10-3.

Sumbu lokal 2 membuat sudut yang sama dengan sumbu vertikal sebagai sumbu lokal 3 membuat dengan bidang horisontal. Maksud ini bahwa titik-titik sumbu lokal 2 mengarah vertikal untuk elemen-elemen vertikal .

Sudut Koordinat Elemen

Sudut koordinat elemen shell, ang, digunakan untuk mendefinisikan orientasi elemen sehingga dibedakan dari orienatsi bawaah(default). Sudut ini adalah sudut seluruh sumbu lokal 1 dan 2 diputar terhadap sumbu 3 positif dari orientasi bawaan( default). Perputaran nilao sudut positif ang memperlihatkan berlawanan jarum jam ketika sumbu lokal 3 adalah menununjuk ke anda.

Untuk elemen-elemen horisontal, ang adalah sudut antara sumbu lokal 2 dan sumbu horisontal +Y. Kata lain, ang adalah sudut anatara sumbu lokal 2 dan bidang vertikal yang mengandung sumbu lokal 3. Gambar-gambar berikut  menyajikan contoh-contoh.

 

See Also:  Von Mises Stress

 

 

 

 

 

Tegangan Von Mises

Tegangan Von Mises menyajikan ukuran dari geser, distorsial, tegangan di dalam material. Tegangan Von Mises adalah tegangan cenderung menyebabkan leleh pada baja. Tegangan Von Mises adalah bersifat bebas dari aksi sejumlah tegangan hidrostatis  (s1= s2= s3) pada material.

Tegangan Von Mises didefinisikan dalam istilah dari tegengan prisipal sebagai berikut
s
vm=[(s1- s2)2+( s1- s3)2+( s2- s3)2]1/2.

Dalam status tarik murni, katakanlah  s11=s dan seluruh tegangan lain bernilai nol, kemudian  svm=s. Dalam status geser murni , katakanlah  s12=t  dan seluruh tegangan yang lain bernilai nol, kemudian  svm= 31/2 t.

Untuk material, pelelehan awal dapat diekspektasikan ketika  svm=sy, where sy is the tensile yield stress, or when svm= 31/2 ty, diman  ty adalah tegangan leleh di dalam geser . Untuk material lain , material fungsioanal utamannya seperti tanah dan beton , tegangan Von Mises mungkin memiliki tanpa nilai di dalam prediksi leleh atau runtuh.

Sabtu, 08 Mei 2021

Penulangan Ledak ( BURST REINFORCEMENT) Pada Angkur Balok Prestress

Tulangan Utama Beton Preategang

Berikut tulangan utama pada balok beton prestress :

Penulangan ledakan (bursting reinforcement), dibutuhkan utuk penahan tegangan tarik kejadian ledakan (bursting) dimana trayektori tegangan adalah lengukngan-lengungan ke depan karena aksi beban. Kebutuhan tulangan untuk menahan tarikan lateral.

Penulangan spalling (spalling rainforcment), dibutuhkan sebagai penahan tegangan spalling pada area terbebani dan block angkur untuk mencegah pecah permukaan beton. Tegangan spalling adalah efek atau bentuk trayektori tegangan dari angkai poisson's yang tidak memadai dengan  tegangan yang diinduksi oleh regangan.

Penulangan keseimbangan (equilibrium reinforcement), dibutuhkan ketika ada beberapa angkur berdekatan atau pada satu tempat dan beban prategang diterapkan berurutan.


Penulangan Ledakan (Bursting reinforcement)

Trayektori tegangan pada ujung balok 

Distribusi tegangan akibat beban angkur pada ujung balok
Besarnya tegangan ledak (burst stress)





Dimana
Fbst  : Gaya ledakan
Pk    : Gaya prestress
Yp0 : Panjang sisi plat dukungan
Y0   : Dimensi penyebaran daerah ujung (end zone)

Luas tulangan sepanjang dari 0.1Y0 sampai dengan Y0






fs = 0.87fy

Untuk beton penutup (cover)  kurang dari 50 mm besarnya fs senilai dengan regangan 0.001.


Bentuk tulangan daerah ujung


Tulangan sengkang bentuk Mat dan Link


Perencanaan
Beton, kekuatan 50 Mpa
Gaya prategang 1055 kPa








KAPASITAS TORSI BAUT ISO 898

  Rumus menghitung tegangan leleh: Tegangan Leleh ( f y ) = ( Angka Pertama × 100 ) × ( Angka Kedua / 10 ) Tegangan Leleh open paren f sub...