Menu Gstarkindo

Selasa, 14 Desember 2021

Konvensi Pengkodean Gaya-Gaya Elemen pada Structure Analysis Program (SAP) 2000

 

Konvensi Tanda

Sumbu Normal 3

Sumbu Lokal 3 adalah selalu normal (tegak lurus) pada bidang elemen shell . Sumbu ini arahnya menuju anda ketika jalur  j1-j2-j3 memperlihatkan berlawanan putaran jarum jam. Untuk element-elemen quadrilateral , bidang elemen didefinisikan oleh vektor yang menghubungkan titik-titik tengah dua pasang sisi-sisi berlawanan.

Arah bawaan (default)

Arah bawaan dari sumbu-sumbu lokal 1 dan 2 ditentukan oeleh hubungan antara sumbu lokal 3 dan sumbu global Z.:

    • Bidang lokal 3-2 diambil vertikal , misalnay sejajar pada sumbu Z

    • Sumbu lokal 2 diambil memiliki arah ke atas  (+Z) masuk akal kecuali elemen adalah horisontal, dalam hal mana kasus sumbu lokal 2 diambil sepanjang arah sumbu global l +Y

    • Sumbu lokal 1 adalah horisontal , yaitu sumbu lokal 2 terletak dalam bidang  X-Y

Elemen diperhitungkan menjadi horisontal jika sinus sudut anatar sumbu lokal 3 dan sumbu Z adalah kurang dari  10-3.

Sumbu lokal 2 membuat sudut yang sama dengan sumbu vertikal sebagai sumbu lokal 3 membuat dengan bidang horisontal. Maksud ini bahwa titik-titik sumbu lokal 2 mengarah vertikal untuk elemen-elemen vertikal .

Sudut Koordinat Elemen

Sudut koordinat elemen shell, ang, digunakan untuk mendefinisikan orientasi elemen sehingga dibedakan dari orienatsi bawaah(default). Sudut ini adalah sudut seluruh sumbu lokal 1 dan 2 diputar terhadap sumbu 3 positif dari orientasi bawaan( default). Perputaran nilao sudut positif ang memperlihatkan berlawanan jarum jam ketika sumbu lokal 3 adalah menununjuk ke anda.

Untuk elemen-elemen horisontal, ang adalah sudut antara sumbu lokal 2 dan sumbu horisontal +Y. Kata lain, ang adalah sudut anatara sumbu lokal 2 dan bidang vertikal yang mengandung sumbu lokal 3. Gambar-gambar berikut  menyajikan contoh-contoh.

 

See Also:  Von Mises Stress

 

 

 

 

 

Tegangan Von Mises

Tegangan Von Mises menyajikan ukuran dari geser, distorsial, tegangan di dalam material. Tegangan Von Mises adalah tegangan cenderung menyebabkan leleh pada baja. Tegangan Von Mises adalah bersifat bebas dari aksi sejumlah tegangan hidrostatis  (s1= s2= s3) pada material.

Tegangan Von Mises didefinisikan dalam istilah dari tegengan prisipal sebagai berikut
s
vm=[(s1- s2)2+( s1- s3)2+( s2- s3)2]1/2.

Dalam status tarik murni, katakanlah  s11=s dan seluruh tegangan lain bernilai nol, kemudian  svm=s. Dalam status geser murni , katakanlah  s12=t  dan seluruh tegangan yang lain bernilai nol, kemudian  svm= 31/2 t.

Untuk material, pelelehan awal dapat diekspektasikan ketika  svm=sy, where sy is the tensile yield stress, or when svm= 31/2 ty, diman  ty adalah tegangan leleh di dalam geser . Untuk material lain , material fungsioanal utamannya seperti tanah dan beton , tegangan Von Mises mungkin memiliki tanpa nilai di dalam prediksi leleh atau runtuh.

Minggu, 21 November 2021

Upah Minimum Regional Tahun 2022

PP Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan.
Penetapan tanggal 21 November 2021:
1. Sumatera Utara: Rp 2.522.609
2. Sumatera Barat: Rp 2.512.539
3, Sumatera Selatan: Rp 3.144.446
4. Riau: Rp 2.938.564
5. Kepulauan Riau: Rp 3.050.172
6. Jambi: Rp 2.649.034
7. Kepulauan Bangka Belitung: Rp 3.264.881
8. DKI Jakarta: Rp 4.452.724
9. Jawa Barat: Rp 1.841.487
10, Jawa Tengah: Rp 1.813.011
11. Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY): Rp 1.840.951
12. Banten: Rp 2.501.203
13. Bali: Rp 2.516.971
14. Kalimantan Selatan: Rp 2.906.473
15. Kalimantan Timur: Rp 3.014.497
16. Kalimantan Barat: Rp 2.434.328
17. Kalimantan Tengah: Rp 2.922.516
18. Kalimantan Utara: Rp 3.016.738
19. Sulawesi Selatan: Rp 3.165.876
20. Sulawesi Utara: Rp 3.310.723
21. Sulawesi Tenggara: Rp 2.710.595
22. Sulawesi Barat: Rp 2.678.863
23. Gorontalo: Rp 2.800.580
34. Nusa Tenggara Barat (NTB): Rp 2.207.212
25. Papua: Rp 3.561.932
26.  Papua Barat: Rp 3.200.000.

Senin, 09 Agustus 2021

Daya Dukung Maksimum Tipe-Tipe Tanah Pondasi

Tanah merupakan komponen utama struktur pondasi selain komponen pondasi itu sendiri.  Tanah menerima beban bangunan yang berada padanya melalui pondasi. Tanah  mendistribusikan beban di atasnya hingga meliputi ruang dengan volume tertentu.  Tanah akan menahan beban di setiap luas bidang kontak, besarnya daya tahan tanah tiap luas bidang kontak dikenal sebagai daya dukung. Tanah  akan mempertahankan kedudukan dengan daya dukung maksimum sebagai penahan agar tidak berubah posisinya.  

Maksimum daya dukung tanah dengan reduksi faktor keamanan dikenal sebagai kapasitas daya dukung atau daya dukung tanah yang diijinkan atau disingkat daya dukung tanah  ijin. Daya dukung tanah ijin yang digunakan dalam perencanaan pondasi.  Berikut adalah maksimum kapasitas daya dukung berbagai tipe tanah

Tipe tanah

Maksimum kapasitas daya dukung (kg/m2)

Tanah lunak (lempung basah dan lumpur)

5000

Lempung lunak

10000

Lempung lembab, campuran pasir kerikil

15000

Lempung kepadatan sedang

25000

Lempung padat

45000

Pasir halus lepas dan pasir

10000

Tanah kapas (aluvial, pasir kelempungan)

15000

Pasir kering kepadatan sedang

25000

Pasir padat

45000

Gravel lepas

25000

Gravel padat

45000

Batu lunak

45000

Batuan konglomerat( batu pasir, batu gamping)

165000

Batuan jeras (granit, diorit,dll)

330000


Gambar 1 Tipe tanah kapas hitam (black cotton) dan pondasi yang sesuai


KAPASITAS TORSI BAUT ISO 898

  Rumus menghitung tegangan leleh: Tegangan Leleh ( f y ) = ( Angka Pertama × 100 ) × ( Angka Kedua / 10 ) Tegangan Leleh open paren f sub...